Latest Post

Melintasi batas; suka-tidak suka

Written By FUM Makassar on Nov 28, 2012 | 28.11.12


Acapkali, antara kenikmatan, kelezatan dan keindahan tidak berjalan bergandengan dengan kebaikan, keselamatan, dan kebenaran. Maka, sebab itulah kita banyak keliru. Mengira semua nikmat adalah baik, semua yang lezat adalah selamat,  semua yang indah adalah benar. Kemenangan hawa nafsu yang mengantar kita pada rasa sakit karena semua hanya fatamorgana.

Nikmat, lezat,dan indah yang membuai indera dan melenakan jiwa, yang sesaat kita rasakan. Pada pencapaiannya yang tinggi dipuncak, kita sering menyangkanya KESUKSESAN. Kita pungkiri, kita buang jauh-jauh kemungkinan lain, bukankah bisa saja ia bukan hasil yang membanggakan?, tetapi hanya sebuah jebakan laba-laba. Menawan memang, namun rapuh.

Hemp…. Lalu ukhtiy, untuk semua yang membingungkan itu, persiapan apa yang mesti kita miliki? Jika yang nikmat, lezat, dan indah tidak selalu pantas menjadi pilihan?. Dan bagaimana dengan semua kebalikannya yang biasa tidak disenangi naluri yang memang menyenangi kenyamanan? Bagaimana caranya?

Penerimaan atas ilmu Allah yang Maha sempurna adalah awalnya. Ia menyingkap kepalsuan dan tipu daya yang bersembunyi pada tampilan indah nan lezat. Menyadarkan akal akan ranjau-ranjau nafsu yang banyak menipu. Menyadarkan bahwa apa yang sesuai dengan arahan-nya lah yang menjadi standar dasar pilihan kita.

Kemudian, kita mesti belajar mengasa kepekaan jiwa agar bisa bersama dengan kebenaran, walaupun secara logika sering bertolak belakang dengan konsep penerimaan hawa nafsu kita.
Beriman berarti percaya, ia melompati batas suka dan tidak suka. Hamba yang beriman adalah kaum yang dihentkan oleh al-Qur’an, demikian seorang ulama mengatakan. Hingga seluruh ukurannya bukan pada kebutuhan dan keinginan, namun pada bagaimana Allah mengaturnya. Karena percaya bahwa rasa bukanlah ukuran kebenaran. Karena mengerti bahwa apa yang disukai bisa saja jadi keburukan, dan apa yang dibenci bisa menjadi kebaikan bginya. Allahlah yang Maha Tahu.

Maka, hamba yang beriman mempercayakan pada ar-Rahman, bukan pada penerimaan dan penolakan nafsu. Baginya semua keadaan adalah kebaikan, selama tahu cara menikmatinya. Ukhtiy….bukankah kehidupan hamba yang beriman itu indah???? ^_^ 

Gathering Day with IRMADAM: Indahnya Ukhuwah

Written By FUM Makassar on Nov 12, 2012 | 12.11.12



Ahad, 26 zulhijjah 1433 (11/11/12) Masjid hijau SMA Negeri 1 Makassar dihangatkan oleh 30 jilbaber, mereka adalah alumni dan pengurus baru Departemen Keputrian IRMADAM (Ikatan Remaja Masjid Darul ‘Ulum ). Acara ngumpul bareng ini di namakan Gathering Day atau biasa dikenal dengan hari bersama .
Gathering day ini mengangkat tema “Ukhuwah itu Indah”. Acara berlangsung penuh nuansa ukhuwah, santai dan menyenangkan, selain sesi sharing pengalaman dakwah oleh alumni kepada pengurus IRMADAM baru, panitia juga menghadirkan Kak Nurul Kumala Sari, S.T  untuk memberikan tausiyah dan motivasi. Walhasil, peserta yang hadir tampak bahagia dan bersemangat.

Sebagai ketua departemen keputrian IRMADAM, al-Ukh Purnama Isti Khaerani mengungkapkan harapannya “semoga gathering day ini bisa menjadi  ajang  perkenalan anggota baru dengan alumni IRMADAM, juga untuk mempererat ukhuwah sesama anggota  pengurus IRMADAM”

Di tengah isu mengenai Rohis sebagai basic pengkaderan “teroris”, IRMADAM sebagai salah satu ROHIS di kota Makassar  tetap eksis menunjukkan bahwa ROHIS adalah organisasi yang menanamkan nilai-nilai islam dalam lingkungan sekolah dengan damai, santun, berkasih sayang, dengan pengurus yang berakhlak dan sarat prestasi.  Untuk seluruh pengurus IRMADAM, semangat yaaa  ^_^

Gebyarkan dakwah sekolah! Hamasah!!!!




 Doc: BPM-FUM Makassar

SAMBUT HARI BARU DENGAN GEMILANG


Saudariku muslimah....

Hari-harimu engkau lewati begitu saja, sesaat demi sesaat. Semua berlalu begitu cepatnya. Begitulah. Dirimu berpindah dari pagi ke petang, dan dari petang hingga pagi kembali. Apakah engkau pernah bermuhasabah (introspeksi) terhadap dirimu sendiri pada suatu hari? Sehingga engkau bisa melihat lembaran-lembaran harimu, dengan amal apa engkau membukanya dan dengan amal apa pula engkau menutupnya?

Bakr Al Muzni berkata, "Tidak ada satu haripun yang dikeluarkan oleh Allah ke dunia, kecuali berkata, `Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Karena mungkin saja tidak ada hari lagi buatmu setelahku`. Dan tidaklah ada malam, kecuai berseru,`Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Karena mungkin saja tidak ada malam lagi bagimu setelah aku`."

Maka telah berapa banyak hari yang engkau lewati. Berapa banyak umur telah engkau lalui. Namun, teramat sedikit orang yang mau bermuhasabah terhadap dirinya. Dan sedikit sekali orang yang mau mengetuk jiwanya dengan cemeti muhasabah. Mereka menjalani hari-harinya dalam kelalaian dan panjang angan-angan yang tak ada faidahnya.

Ketika fajar menampakkan benang-benang cahayanya, engkau saksikan, kebanyakan manusia menyambut hari-harinya dengan niat yang tidak benar. Setelah berlalunya siang dan berganti malam, engkau bisa saksikan, mereka kembali ke peraduan mereka dengan niat seperti itu pula.
Saudariku … muslimah,

Matahari senantiasa terbit dan tenggelam. Tetapi apakah engkau telah menghisab dirimu sendiri pada suatu hari? "Amal shalih apakah yang hendak kuperbuat ? Amal apakah yang akan aku hadirkan untuk hari ini?" Memang benar, umumnya manusia tidak pandai dalam mengatur hari-hari mereka. Padahal … dirimu wahai anak Adam, akan senantiasa dihitung dan ditulis pada hari-hari itu.


Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata,"Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang juapun." (QS Al Kahfi : 49).

Maka jiwa-jiwa akan dihisab, amal-amal akan ditulis. Dan seandainya orang yang lalai itu sadar, sungguh mereka akan memelihara diri dan menjaganya dari jalan kebinasaan. Namun sedikit sekali orang yang sadar, sedikit sekali orang yang memperhatikan jalan itu.

Sebagian orang yang bijak berkata, "Jika seseorang memasuki waktu pagi, hendaklah ia berniat dengan empat perkara. Pertama, melaksanakan yang diperintahkan Allah. Kedua, menjauhi laranganNya. Ketiga, inshaf (berbuat adil) terhadap orang yang ada diantara mereka, dan dalam bermu`alamahnya. Keempat, ishlah (memperbaiki hubungan) antara ia dengan musuh-musuhnya. Apabila ia berada di atas niat ini, maka aku berharap ia termasuk orang yang shalih dan beruntung."

Sungguh kasihan bagi orang-orang yang telah berlalu hari-hari mereka dengan sia-sia, tidak berada dalam ketaatan kepada Allah . Terbitnya matahari di tengah hari-hari mereka, disambutnya dengan perbuatan maksiat. Ketika tenggelamnya ditutup pula dengan kemaksiatan. Ketahuilah ! Umurmu tidak lain hanyalah hari-harimu saja. Maka, ketika maut datang menjadi terputuslah hari-harimu.

Ingatlah kematian setiap pagi dan petang hari,
Dan peliharalah waktumu yang teramat pendek
Taruhlah engkau telah mendapatkan semua yanng di bumi
Maka adakah setelah selain kematian ?

Daud At Thay berkata, "Sesungguhnya malam dan siang hanya marhalah-marhalah (tahapan). Manusia menempuhnya, marhalah demi marhalah. Sehingga hal seperti itu akan berhenti di akhir safar mereka. Jika engkau mampu mengetengahkan bekal pada setiap marhalah, maka kerjakanlah. Sesungguhnya terputusnya safar adalah suatu yang amat dekat. Dan urusan itu bisa lebih cepat. Maka, berbekallah untuk safarmu …"

Saudariku … muslimah,
Begitulah perkataan orang-orang shalih yang sadar terhadap hari-harinya. Mereka ingin sekali menghabiskan waktunya dalam ketaatan kepada Allah. Maka, sepatutnya bagi orang yang berakal untuk menghisab dirinya, mengarahkannya menuju jalan ketaatan untuk menyongsong hari-harinya yang baru.
Saudariku … muslimah,

Orang-orang shalih selalu bermuhasabah terhadap dirinya. Tidak akan terlewat waktu-waktu mereka dengan percuma. Tidak akan berlalu umur mereka, kecuali dalam ketaatan. Maka, jangan sampai engkau kecolongan wahai orang-orang yang berakal. Sesungguhnya hari-harimu itu dianggap sebagai ghanimah, maka seharus engkau mensyukurinya. Sebagaimana perkataan Sa`id bin Jubair , "Setiap hari yang dilalui oleh seorang mukmin adalah ghanimah."

Memang benar, karena hal itu merupakan kesempatan untuk menambah kebaikan, menabung amal-amal shalih, serta merupakan kesempatan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah. Namun sedikit sekali orang yang memahami hal ini, dan mau memanfaatkan waktu-waktu mereka. Bahkan umumnya mereka menghabiskan umur dan hari-hari mereka dalam kelalaian dan kesia-siaan. Dunia berserta mimpi-mimpinya telah melalaikan mereka. Dan keindahan dunia, telah menghalangi mereka dari jalan petunjuk. Sementara itu, syetan terus memperpanjang khayalan-khayalan mereka. Allah berfirman,
Syetan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. (QS. Muhammad : 25)

Sesungguhnya orang-orang yang berakal akan menjadikan hari-harinya ladang untuk akhirat. Dia akan menanam, mengairi dan mengolahnya dengan amal-amal shalih, sehingga bisa memetik hasilnya di kemudian hari, yaitu pada saat manusia hanya mendapatkan kebaikan atau keburukan yang pernah ia kerjakan. Rasulullah bersabda,
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara. Masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum tiba masa sakitmu, kayamu sebelum tiba masa fakirmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan hidupmu sebelum masa matimu.” (Riwayat Al Hakim, Shahih Thargib Al Albani, 3355).

Saudariku muslimah …
Apa yang telah engkau persiapkan untuk suatu hari; yang engkau akan disendirikan di dalam kuburmu? Apakah dirimu termasuk orang-orang yang terlalaikan oleh angan-angan kosong, ataukah termasuk orang yang memperhatikan hari esok? 


Sesungguhnya orang yang yang mendapatkan taufik ialah orang yang bisa memanfaatkan hari-harinya. Sedangkan orang yang benar-benar celaka ialah orang yang menyia-nyiakan hari-harinya. Adakah orang yang lebih celaka daripada orang yang diberikan panjang umur kemudian menghadap Rabbnya dengan membawa sedikit kebaikan ? maka sadarlah saudariku…
Ketahuilah ! Bahwa dalam hari-harimu ada kesempatan. Maka, manfaatkanlah dan jangan engkau menunda-nunda kebaikan hingga hari esok. 
Jika kemarin engkau berbuat dosa,
maka, lipatgandakanlah kebaikan, niscaya engkau akan terpuji.
Jika engkau manfaatkan hari-harimu, maka faidahnya akan kembali kepadamu. 
Hari kemarin telah berlalu, tak mungkin akan kembali. 
Janganlah engkau menunda-nunda kebaikan hingga esok. 
Mungkin hari esok akan hadir, namun engkau telah tiada

Maka jika memasuki waktu pagi, mulailah dengan berdzikir kepada Allah , sebagaimana diajarkan Rasulullah ,
“Segala puji bagi Allah yang telah membangunkan kami setelah Dia mematikan kami, dan hanya kepadaNya kami kembali.” (HR Bukhari).

Maraji’:
Salafyoon Online

Pembekalan Jurnalistik “Wahai Dunia, Inilah Karyaku!!

Written By FUM Makassar on Nov 6, 2012 | 6.11.12

Ahad 22 Dhiulhijjah 1433 H atau tepatnya 7 oktober 2012, Departemen Pengembangan dan Pelatihan Muslimah dibawah naungan Forum Ukhuwah Musimah Makassar Alhamdulillah telah melaksanakan kegiatan akbar terkait  jurnalistik di Gedung Ikatan Alumni (GIA) Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini dihadiri oleh adik-adik putih abu-abu dari SMKN 4 Makassar, SMAN 17 Makassar, SMA IT Wahdah Islamiyah, bahkan SMP IT Wahdah Islamiyah, dan sekolah menengah atas lainnya.
Pembekalan jurnalistik menghadirkan narasumber kak Diena Rifa’ah, mahasiswi Farmasi UNHAS yang dulunya alumni ekskul jurnalistik di SMAN 3 Makassar sekaligus pengurus Forum Ukhuwah Muslimah Makassar,  beliau adalah penulis buku ‘Jeda Sejenak’. Selain kak Diena, kegiatan ini juga menghadirkan kak Sofie yang merupakan pengurus redaksi majalah Islami “Al-Firdaus”
Melalui materi pembekalan yang beliau bawakan mampu membangkitkan semangat adik-adik untuk nggak gampang nyerah atau pantang putus semangat ketika inspirasi menulis itu down. Berikut kutipan kak Sofie “Dengan menulis, kita bisa mengarahkannya sebagai nasehat, media dakwah, sebuah ungkapan rasa kasih sayang, media untuk meningkatkan intelektual dan aktualisasi diri, serta menorehkan nama dalam sejarah”. Poin terakhir ini seperti nggak bisa dianggap remeh loh, karena sejarah  nggak akan pernah bohong jika sesungguhnya telah banyak penulis-penulis Islam yang telah menorehkan karya besar. Beberapa diantaranya yakni, Imam Syafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal, Ibnu Taimiyah, Imam Bukhari, Imam Muslim dan masih banyak lagi. Wahh.. nggak kebayang kan sudah berapa banyak orang yang mendapat ilmu serta mendapat hidayah melalui tulisan mereka? nggak dapat terbayangkan pula berapa besar amal jariyah yang senantiasa mengalir kepadanya. So, pengen jadi penulis besar kayak mereka ??Teruslah menulis, dan janganlah menuntut kesempurnaan disaat pertama kali kita mulai menulis, karena jika demikian maka tunggulah saat kejatuhan kita. Tetap semangat ukhti, Allahu Akbar!! 





                                                                                             

MENENGOK KATA DUNIA TENTANG KECERDASAN 'AISYAH RADHIYALLAHU 'ANHA


Siapa yang tidak mengenal Ummul mukminin ‘Aisyah binti Abu Bakar? Keselamatan diberikan untuk wanita suci yang memiliki sejarah harum, teladan wanita suci nan mulia. Dia adalah ibu orang-orang beriman dan istri dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam yang menjadi kekasih Allah.

Salah satu sisi yang patut diteladani adalah kecerdasan ‘Aisyah. Betapa tidak, ‘Aisyah telah meriwayatkan hadits dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam sebanyak 2210 hadits. Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari ‘Aisyah sebanyak 174 hadits. Al Bukhari meriwayatkan 54 hadits dan Muslim 86 hadits. Para shahabat dan tabi’in pun banyak yang menerima riwayat dari ‘Aisyah.

Ilmu ‘Aisyah mencakup banyak hal di antaranya masalah halal-haram, fikih, syair, kedokteran dan lain sebagainya. Anak saudarinya Urwah bin Az Zubair bahkan sangat kagum dengan ilmu kedokteran ‘Aisyah. Imam Ahmad meriwayatkan dari Urwah yang pernah berkata kepada Aisyah, “Wahai saudariku, aku tidak heran dengan fikihmu dan aku tidak heran dengan ilmumu terhadap syair dan hari-hari manusia. Namun, aku heran dengan ilmu kedokteranmu, bagaimana bisa dan darimana ia?” Dia kemudian memukul pundaknya dan berkata, “Sesungguhnya Rasulullah sakit. Orang-orang Arab mendatangi beliau dan mengobatinya. Aku termasuk orang yang mengobatinya.”

Adapun tentang kefasihannya, Ath-Thabarani meriwayatkan dari Muawiyah, dia berkata, “Demi Allah, aku tidak pernah melihat seorang khatib yang sangat jelas, fasih dan cerdas kecuali ‘Aisyah.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Al Ahnaf bin Qais, dia berkata, “Aku pernah mendengar khutbah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan para khalifah hingga zaman sekarang. Aku belum pernah mendengar ucapan paling agung dan bagus dari mulut seorang pun kecuali hanya Aisyah.”

Ibnu Abi Khaitsamah meriwayatkan dari Sufyan bin Uyainah dan Sufyan bin Muawiyah, dia berkata, “Wahai Ziyad, siapakah yang paling berilmu?” Dia menjawab, “Engkau amirul mukminin”. Muawiyah berkata, “Kamu salah. Jika kamu percaya padaku, dia adalah ‘Aisyah”.
Subhanallah… Ukhtifillah, ayo bangkit! Bersemangatlah untuk belajar demi kejayaan Islam....

Maraji”
Buku Istri-Istri Para Nabi karangan Syaikh Muhammad Raji Kinas

Mengurai rindu di TUNAS (Temu Alumni Sekolah)

Written By FUM Makassar on Nov 2, 2012 | 2.11.12


Alhamdulillah, Temu Alumni Sekolah (TUNAS) FUM se-Makassar telah dilaksanakan pada Ahad, 14 oktober 2012 di gedung ikatan alumni Universitas Hasanuddin . Acara ini dihadiri oleh 50 alumni  SMA/SMK/MA se-Makassar angkatan mulai dari angkatan 2009 hingga angkatan 2012. 

“ajang silaturahmi, temu kangen, dan mempererat ukhuwah” kesan salah satu peserta mengenai Tunas.

Temu alumni sekolah ini menjadi ajang melepas rindu para peserta yang kebanyakan sudah duduk dibangku perkuliahan dan dunia kerja. Nah, karena banyak alumni sekolah yang dahulunya berbeda SMA, maka acara  juga ini menjadi ajang untuk menambah teman baru.

Kegiatan berlangsung pukul 09.00 hingga 13.00  WITA berlangsung hangat dan kental dengan ukhuwah islamiyah. 


KPM berdetak di SMANSA Makassar


Jum’at, 9 september 2012, Aula SMA Negeri 1 Makassar dipadati oleh 200 lebih perwakilan  siswi Muslimah dari berbagai SMA se- Makassar. Kajian Pelajar Muslimah (KPM) ini menjadi kali kedua setelah sebelumnya  KPM 1 sukses diselenggarakan di Gedung Ikatan Alumni (GIA) Universitas Hasanuddin  pada bulan April lalu. Acara ini terlaksana atas kerjasama Forum Ukhuwah Muslimah (FUM) Makassar dengan Rohis SMA se-Makassar

Tema yang diusung pada KPM 2 ini adalah “Hingga Jantungmu Berhenti Berdetak”. Sebagai pemateri Muhyinah Nur, S.ked atau terkenal dengan sapaan Kak Ina membahas mengenai jantung sebagai alat penanda kehidupan seseorang, yang jika jantung itu berhenti berdetak maka kehidupan akan terhenti dan bagaimana al-Qur’an bicara mengenai jantung.

Acara juga dimeriahkan dengan pemutaran film documenter islami mengenai pentingnya jantung bagi kehidupan manusia dan pembacaan puisi oleh pengurus FUM Makassar.

“Agar siswa muslimah menjadikan al-Qur’an dan Sunnah sebagai referensi dalam Ilmu pengetahuan, sebab kita ketahui banyak penelitian yang hasilnya ternyata sudah diisyaratkan al-Qur’an sejak 14 abad yang lalu” jelas Nurfitriana, salah satu panitia pelaksana KPM 2, saat ditanya tujuan terselenggaranya Kajian Pelajar Muslimah.

Kajian Pelajar Muslimah (KPM) merupakan kegiatan rutin Departemen Dakwah FUM Makassar yang mengangkat tema Al Qur'an dan Sains. Nantikan KPM selanjutnya di sekolah kamu, dan jadilah sebagai salah satu pesertanya. (BPM)






IBNU TAIMIYAH, GHIRAH ILMU SEPANJANG MASA

Written By FUM Makassar on Oct 30, 2012 | 30.10.12


Demi Allah, tidaklah benci kepada Ibnu Taimiyah melainkah orang yang bodoh atau pengikut hawa nafsu (Perkataan Qodhi Abdul Bar As-Subky)

Maka siapakah Ibnu Taimiyah?
Sejarah mencatat bahwa beliau adalah seorang imam yang alim, da’i yang pantang menyerah, dan mujahid berjiwa besar. Dengan mengkaji ilmu Ad-Dien tanpa kenal lelah, beliau tampil sebagai seorang pembela dinullah dan penghidup sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam yang telah dimatikan oleh banyak orang. Beliau lahir di Harran, salah satu kota induk di Jazirah Arabia yang terletak antara sungai Dajalah (Tigris) dengan Efrat, pada hari Senin 10 Rabi`ul Awwal tahun 661 H.

Sapa yang menyangka bahwa dari sekelebat kehidupan ibnu taimiyah yang serba kekurangan, muncul ghirah yang sangat tinggi tentang ilmu Ad-Dien. Tak ayal, beliau mampu menghafal Alqur’an di usia dini. Dan ketika umur beliau belum mencapai belasan tahun, beliau sudah menguasai ilmu Ushuluddin dan sudah memahami tafsir, hadits, dan bahasa Arab. Subhanallah..

Beliau hidup dan dibesarkan di tengah-tengah para ulama. Hal itu menjadi kesempatan yang tidak disia-siakan beliau untuk mereguk sepuas-puasnya taman bacaan berupa kitab-kitab yang bermanfaat. Beliau infakkan seluruh waktunya untuk belajar dan belajar, menggali ilmu terutama kitabullah dan sunah Rasul-Nya shallallahu`alaihi wa sallam.

Lebih dari semua itu, beliau adalah orang yang keras pendiriannya dan teguh berpijak pada garis-garis yang telah ditentukan Allah, mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Beliau pernah berkata: Jika dibenakku sedang berfikir suatu masalah, sedangkan hal itu merupakan masalah yang muskil bagiku, maka aku akan beristighfar seribu kali atau lebih atau kurang. Sampai dadaku menjadi lapang dan masalah itu terpecahkan. Hal itu aku lakukan baik di pasar, di masjid atau di madrasah. Semuanya tidak menghalangiku untuk berdzikir dan beristighfar hingga terpenuhi cita-citaku.

Jika dibandingkan dengan diri kita, hati ini jadi sangat menciut. Perbedaan yang besar antara diri kita dan beliau adalah dari segi metode belajar. Sejak kecil beliau mempunyai tekad yang besar terhadap kemajuan Islam. Beliau begitu bersemangat ketika ingin mengambil suatu ilmu. Bahkan beliau tidak pernah menunda-nunda dalam menyelesaikan suatu masalah.

Walau beliau pernah berada di penjara selama dua tahun tiga bulan. Namun itu tidak memadamkan cahaya iman beliau. Selama dalam penjara beliau selalu beribadah, berdzikir, tahajjud, dan membaca Al-Qur`an. Sampai akhirnya beliau wafat di dalam penjara Qal`ah Dimasyq pada tanggal 20 Dzulhijjah 728 H.

Semoga Allah merahmati Ibnu Taimiyah, tokoh Salaf, da`i, mujahid, pembasmi bid`ah dan pemusnah musuh. Wallahu a`lam.

Maraji’:
Buku: Ibnu Taimiyah, Bathal Al-Islah Ad-Diny. Mahmud Mahdi Al-Istambuli, cet II 1397 H/1977 M. Maktabah Dar-Al-Ma`rifah–Dimasyq. hal. Depan.


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Forum Ukhuwah Muslimah Makassar - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger